Pengertian Elt Dalam Penerbangan

Emergency Locator Transmitter, ELT - Ialah salah satu alat berupa perangkat suar penentu lokasi untuk pesawat yang bisa memancarkan sinyal radio supaya bisa diketahui oleh sistem deteksi yang ada di suatu tempat. Adapun istilah lain dari ELT ialah ELBA yang mana istilah ini diberikan oleh International Civil Aviation Organization atau ICAO. Jika sebelumnya sudah pernah dijelaskan mengenai Pengertian Air Traffic Controller (ATC), maka pada kesempatan kali ini, kita akan mengulas perihal pengertian ELT dan alat-alat terkait lainnya yang ada dalam penerbangan.
 Ialah salah satu alat berupa perangkat suar penentu lokasi untuk pesawat yang bisa memanc Pengertian ELT Dalam Penerbangan
Dalam pembahasan kali ini, ada beberapa pembahasan yang perlu untuk dijelaskan meliputi; 1. Pengertian ELT, 2. Asal Mula Adanya ELT. Penjelasan selengkapnya sebagai berikut:

1. Pengertian ELT
Emergency Locator Transmitter atau disingkat ELT ialah suatu perangkat suar untuk pesawat yang berfungsi memancarkan sinyal radio supaya bisa diketahui oleh sistem pendeteksi yang ada. Selain dinamai ELT, ada juga istilah lainnya yakni Emergency Locator Beacon Aircraft disingkat ELBA. Ada juga alat sejenis ELBA yang dinamakan Emergency Position Indicating Reporting Beacon (EPIRB) yang mana dipasang di Kapal. Selain itu juga, ada alat untuk perorangan yang hanya bisa diaktifkan secara manual yakni Personal Locator Beacon (PLB).

2. Asal Mula ELT
Sebagaimana yang sudah dicuplik dari wikipedia, bahwa asal mula ELT ini berawal ketika pesawat yang ditumpangi oleh dua anggota Kongres AS mengalami kecelakan dan dinyatakan hilang di Alaska. Oleh alasannya ialah itu, berdasarkan Michael Atkinson, adanya upaya dorongan bagi pembuatan sistem pemberitahuan darurat ini muncul semenjak tahun 1970. Waktu itu Kongres menuntut supaya semua pesawat di AS membawa ELT. Sebab alat ini dirancang untuk bisa aktif dikala terjadi crash sekaligus bisa memancarkan sinyal sebagai pemberitahuan dimana posisi pesawat itu berada (homing).

Adapun Frekuensi yang dipakai untuk operasi ELT ialah 121,5 megahertz (MHz) untuk darurat penerbangan sipil, dan 243 MHz untuk penerbangan militer, yang masuk sebagai frekuensi UHF darurat penerbangan. Meskipun begitu, sistem yang dimaksudkan murni untuk pewartaan keadaan darurat ini masih minim kecanggihannya. frekuensi sipil sesak dan dirancang pertama-tama untuk transmisi suara. alasannya ialah suar berdaya rendah, sinyalnya pun acap terlindas transmisi bunyi yang berdaya tinggi.

Lebih jauh lagi, dikala itu belum ada cara untuk mengenali dari arah mana datangnya sinyal tersebut (selain melalui cara homing) dan—yang lebih penting lagi—ada stasiun yang cukup akrab dan siap mendengarkan sinyal tersebut. Keterbatasan ini berlangsung selama beberapa tahun, menciptakan keuntungannya kurang bisa dirasakan. Dari sini muncul inspirasi untuk memanfaatkan sistem berbasis satelit. Akhirnya frekuensi suar darurat pun dialokasikan untuk sistem ini, yakni 406 MHz. Sistem bercakupan global ini bisa secara unik mengenali setiap suar.

Pada generasi berikut, Inmarsat atau International Maritime Satellite mengoperasikan suar berfrekuensi 1,6 GHz. Sistem pencarian korban di tempat terpencil berbasis satelit untuk wilayah AS, Kanada, dan Perancis dikenal dengan nama SARSAT atau Search and Rescue Satellite-Aided Tracking, sementara Uni Soviet (saat itu) membuatkan COSPAS atau Sistem Angkasa untuk Pencarian Kapal yang Mengalami Keadaan Darurat.

Kedua sistem itu kemudian digabung tahun 1979. Sistem SARSAT-COSPAS terdiri dari tiga elemen: elemen angkasa berupa satelit, elemen darat yang dinamai Local User Terminal (LUT) dan Mission Control Centre (MCC), dan elemen bergerak yang tidak lain ialah alat suar (beacon), yang antara lain dipasang pada pesawat.

Dalam uji coba, sistem ini bisa mengarahkan regu penyelamat sampai ke jarak 22,5 kilometer dari tempat kecelakaan. Setelah dioperasikan tahun 1985, anggota SARSAT-COSPAS pun bertambah dari empat menjadi lebih dari 30, dan sistem mengoperasikan lebih dari 50 stasiun Bumi dan 20 MCC di seluruh dunia.

Contoh Spesifikasi ELT
AK-450 Dual Frequency ELT 121.5/243.0 MHz
  • Dual Operation, for both Automatic Fixed Mode and Portable Mode.
  • Voice Transmission Capability.
  • Visual ON Light located on ELT Main Unit to indicate when ELT is transmitting. This is important during Portable Use.
  • Mini Remote Control Panel with independent Battery built-in, therefore Interface with Aircraft Electrical Power is not required.
  • All Wiring Interconnect Assemblies included.
  • Standard D Size Alkaline Batteries for Future Convenience and Cost Saving.
  • Dual Antennas.
  • Heavy Duty ABS Case (0.155 " Thickness).
  • Light Weight: 2.62 Lbs.
  • Small Size: (2.95 " H X 4.27 " W X 5.64 " L).
  • Currently OEM Production Supply (FAA TC approved) to many Airframe Manufacturers including Mooney Aircraft, Aviat Aircraft, American Champion Aircraft, Luscomb Aircraft, Skystar, Diamond Aircraft Of Canada, Aerospaciale Socata Aircraft of Germany etc.
AK-450-1 ELT for Helicopter, Dual Freq. 121.5/243.0 MHz
  • With Multi Axes (5 Axes)
  • Acceleration Switches for HELICOPTERS.
  • Voice Transmitting Capability is included,
  • Types AF and AP, FAA TSO- C91a & FCC approved.
  • Same as AK-450.
  • The System includes a Remote Multi Axes (5 Axes)
  • Acceleration Switch.
  • Mini size: (2.1" W x 2.1" H x 3.2" L)
Sumber:http://www.ameri-king.net/products/ak-450_elt_dual_freq

Semoga Pengertian ELT Dalam Penerbangan bisa melengkapi kebendaharaan pengetahuan kita terlebih problem penerbangan. Semoga bermanfaat.

Source: Wikipedia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Elt Dalam Penerbangan"

Posting Komentar