Mengurus Jenazah: Cara Memandikan Mayit Berdasarkan Islam

Memandikan Jenazah - Sudah menjadi kewajiban bagi umat islam yang masih hidup untuk mengurus jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, mensholati hingga dengan memakamkan ke liang lahat. Runtutan ini berhukum fardhu kifayah sehingga kewajiban sanggup gugur apabila ada sebagian orang islam yang bersedia mendirikannya sampa tuntas.
 Sudah menjadi kewajiban bagi umat islam yang masih hidup untuk  Mengurus Jenazah: Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam
Terkait pengurusan jenazah, pada kesempatan kali ini ada hal penting yang harus dilakukan oleh orang yang masih hidup, yakni wacana bagaimana cara memandikan mayit. Apa saja yang perlu diperhatikan, berikut ulasan wacana cara memandikan mayit berdasarkan pemikiran islam.

Memandikan Jenazah Menurut Fiqih

Dalam urusan memandikan mayit, akan dijelaskan beberapa permasalahan diantaranya wacana 1. Sesuatu yang perlu dipersiapkan, 2. Kriteria Mayit Yang Dimandikan, 3. Cara Memandikan Jenazah, 4. Hal Yang Perlu Dihindari Saat Memandikan.

1. Sesuatu Yang Perlu Dipersiapkan
Sesuatu Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Memandikan:
  1. Air Mutlaq : Yaitu air yang suci dan mensucikan menyerupai air sumur, air sungai, air hujan, air sumber dan lain sebagainya. Jika tidak menemukan air atau ada tapi tapi sulit untuk memperolehnya atau ada udzur untuk menggunakan air menyerupai orang mati terbakar, maka diperbolehkan untuk diganti dengan debu yang higienis dan suci (tayammum)
  2. Kain (samper) atau baju gamis untuk menutupi tubuh atau aurat mayit, dan lebih baik kalau keduanya difungsikan secara bersamaan saat nanti memandikan.
  3. Bangku (lencak, mad.) untuktempat memandikan dan di sekelilingnya dikasih Hijab(GOMBONG)
  4. Pohon pisang atau yang lainnya sebagai bantalan tubuh pada waktu dimandikan, sanggup juga menggunakan bantalan kaki orang yang memandikan (jika berkelompok)
  5. Beberapa kain kecil untuk membantu membersihkan kotoran yng ada di dubur dan kemaluan dengan memperbalkan kain tersebut di tangan kiri.
  6. Harum-haruman menyerupai kemenyan yang diletakkan di lokasi memandikan, hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi bau-bau yang tidak sedap, khawatir tercium orang lain sehingga mengundang pembicaran
  7. Kapur atau sabun untuk membantu menghilangkan kotora-kotoran mayit.
2. Kriteria Mayit yang Dimandikandan dan Orang yang Memandikan
Mayit yang Harus Dimandikan
Mayitnya orang muslim, walaupun seorang bayi asalkan pernah mencicipi hidup dan lengkap anggota badannya.
Mayit yang Tidak boleh Dimandikan
  1. Orang yang mati Syahid (Orang yang mati alasannya ialah memerangi orang-orang kafir dalam menegakan Agama Allah)
  2. Kafir Harbi (orang kafir yang memusuhi islam dan muslimin)
  3. Bayi yang keguguran (siqtu) dan tidak lengkap anggota badannya, dihentikan dimandikan, tapi disunnahkan dikafani dan dikuburkan
  4. Mayit yang udzur untuk menggunakan air (yakni kalau menggunakan air akan timbul kemudharatan terhadap si mayit) menyerupai orang yang mati terbakar dan lain sebagainya. Dan sebagai gantinya ialah harus ditayammumi.
Orang yang Harus Memandikan
Orang yang sejenis (sekelamin) dengan si mayit atau istri dan muhrim si mayit (jika sendirian).
Orang yang dihentikan (haram) memandikan
  1. Lain kelamin dengan si mayit
  2. Bukan istri atau mahram si mayit
  3. Orang yang populer membeberkan kejelekan-kejelekan si mayit saat ia memandikan.
3. Tata Cara Memandikan Jenazah
Adapun cara-cara memandikan mayit ada dua cara yang pertama ( cara yang oleh ulama’ diktakan sebagai cara yang kurang tepat ) cukup dengan menyiramkan air keseluruh tubuh mayit cara yang kedua :
yaitu cara yang tepat yaitu:
  1. Haruslah dimandikan ditempat yang sepi, tidak ada yang masuk kecuali orang yang memandikan dan wali si mayit ( keluarganya ) sanggup di buatkan tabir ( gombong ) daerah memandikan.
  2. Semua tubuh mayit harus tertutupi menyerupai keterangan di depan.
  3. Kepanglah ( gellung) rambut mayit menjadi tiga kepangan, baik mayit perempuan atau pria yang berambut panjang, biar tidak ada rambut yang jatuh sebelum dimandikan.
  4. Letakkanlah mayit di dingklik atau di lencak  menyerupai yang di jelaskan di atas.
  5. Mayit diletakkan di atas alas, menyerupai pohon pisang atau kaki orang yang akan memandikan biar praktis menjangkau anggota yang sulit dijangkau menyerupai dibagian tubuh mayit yang sulit dijangkau.
  6. Air yang ingin digunakan untuk memandikan di jauhkan dari lokasi memandikan ke daerah ke daerah yang tidak terlalu jauh. Hal ini di maksudkan biar nanti air yang telah di pakai tidak kena pada air yang masih suci (belum di pakai).
  7. Angkatlah kepalanya dengan memperlihatkan bantalan (jika berkelompok) atau sandarkan kelutut kanan orang yang memandikan, biar air tidak masuk kedalam tubuh.
  8. Lakukan tekanan (urutan) pada perut mayit dengan tangan kiri anda (orang- orang yang memandikan) untuk mengeluarkan kotoran-kotoran yang tersisa dalam perut mayit dan lakukanlah berulang-ulang dengan hati-hati (tidak kasar)sampai di yakini bahwa isi perut sudah tidak ada lagi.
  9. Bersihkanlah dubur dan kemaluan mayit dengan tangan kiri berbalut kain dan gantilah kain tersebut dengan kain yang barujika sudah dipakai, dan lakukanlah hingga tiga kali atau lebih (tergantung kebutuhan).
  10. Bersihkanlah mulut, lubang, hidung, kuping, mata, kuku tangan dan kaki dan anggota yang biasa terkena najis dan kotoran, bersihkanlah dengan air hingga tidak ada najis atau kotoran tersisa. Namun ingat jangan hingga menyakiti mayit.
  11. Berniatlah dengan niat memandikan menyerupai di bawah ini: نويتالغسل لهذا الميت فرضا لله تعالى / نويت الغسل لهذه الميتة فرضا لله تعالى
  12. Kemudian siramlah mayit mulai dari kepalanya (rambutnya) dagaunya (jenggotnya kalau ada) kemudian sisirlah keduanya dengan sisir yang besar giginya, lakukanlah dengan lembut dan hati-hati dan kembalikan lagi rambut dan jenggot yang jatuh jangan di buangMulailah menyiram dari anggota mayit yang kanan dan anggota wudhu` sesuai dengan hadits yang berbunyi:..........بميامنها ومواضع الوضوء منها  "الحد يث رواه الشيخان"
  13. Kemudian siramlah bab sebelah kiri mayit.
  14. Usahakanlah airnya menyentuh ke seluruh tubuh mayit hingga ke bagian-bagian tertentu menyerupai dubur (bagian yang terlihat saat dalam keadaan jongkok) dan di bab yang tampak pada vagina perempuan yang masih perawan saat dalam keadaan jongkok, dan hal itu hukumnya ialah wajib.
  15. Pada setiap memandikan sunnah disertai dengan sabun dan harum-haruman yang lain untuk membantu menghilangkan kotoran-kotoran yang lengket, mengawetkan kulit mayit dan mengharumkan mayit.
  16. Kemudian siramlah dengan air yang sedikit dicampur dengan kapur atau sabun
  17. Kemudian wudhu’kanlah mayit tersebut dengan niat sebagai berikut:نويت الوضوء المسنون لهذا الميت لله تعالى /نويت الوضوء المسنون لهذه الميتة لله تعالى
  18. Kemudian siramlah lagi dengan air murni dan higienis pada seluruh tubuh mayit baik luar atau bab dalam
  19. Siraman dari no. 12 hingga no. 18 dihitung satu kali
Catatan:
Lakukanlah (mandikanlah) mayit tiga atau lima kali dan seterusnya (ganjil) hal itu tergantung kebutuhan pada diri mayit, dan diselesaikan pada hitungan ganjil juga menyerupai 3 kali atau 5 kali dan seterusnya. 

4. Hal-hal yang perlu dihindari dalam memandikan
  1. Hindari adanya kotoran atau najis yang masih menempel pada tubuh mayit sehabis dimandikan maka dari itu periksalah sebelum tamat dimandikan
  2. Hindarkan air yang sudah terpakai dari tubuh mayit yang sudah bersih.
Catatan:
  • Jika keluar kotoran dari dubur atau kemaluan maka cukup hanya dengan membersihkannya saja tampa mengulangnya dari awal yakni memandikannya lagi dari awal
  • Jika sudah tamat dimandikan kemudian dipindahkan ke daerah dimana mayit tersebut akan dikafani. Dipindah dengan cara tetap ditutup dadannya dengan kain yang kering dan sehabis hingga pada tempatnya si mayit dihanduk biar betul-betul lebih kering.
  • Dan kalau mayit perempuan sebaiknya dibedaki dan diberi “cellak” dan di dahinya ditulis lafadz Allah dengan “cellak” tersebut.
Dari klarifikasi cara memandikan jenazah di atas sanggup disimpulkan beberapa masalah yang harus diperhatikan yakni 1.Sesuatu apa saja yang diperlukan, 2.Kriteria Mayit yang dimandikan dan Orang yang memandikan, 3.Tata cara atau langkah memandikan mayit dan 4.Hal - hal yang harus dihindari saat memandikan mayit. Semoga bermanfaat.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengurus Jenazah: Cara Memandikan Mayit Berdasarkan Islam"

Posting Komentar