Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar

Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar ada baiknya bila di informasikan kepada para pembaca mengingat sebentar lagi sudah memasuki bulan suci ramadhan. Alasan informasi kali ini kenapa perlu untuk di informasikan, alasannya ialah terkadang masih banyak yang masih galau ataupun salah paham memakai niat puasa ibarat yang pernah diajarkan oleh nabi muhammad s.a.w. dan ulama' terdahulu.



Kesalahpahaman itu biasanya terletak pada waktu pengucapan niat itu sendiri, kapan mulai untuk berniat puasa, bahkan sering muncul pertanyaan, apakah niat puasa ramadhan itu cukup hanya satu kali selama satu bulan, ataukah berniat puasa ramadhan setiap sehari sekali?

Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar
Disini penulis mencoba untuk mendeskripsikan Tata Cara Niat Pusa Ramadhan Yang Baik Dan Benar kepada siapa saja yang masih memiliki pertanyaan ibarat di atas. Dan perlu untuk diketahui bahwa informasi kali ini berawal dikala penulis membaca salah satu status facebooker yang menyampaikan : 
BISMILLAH edc menjelang puasa, dalam puasa ada hal yg sangat penting yg sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat, yaitu melafadzkan niat puasa, yg terperinci melafadzkan niat puasa bukan bid'ah, dan disini sy akan mencoba membahas sudah benarkah niat puasa yg biasa kita lafadzkan dalam prespektif kaidah fiqh niat puasa yang biasa kita ucapkan ialah “NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADA’I FARDLIS SYAHRI ROMADLONA HADZIHIS SANATA FARDLON LILLAHITA’ALA (saya niat berpuasa untuk hari esok menunaikan fardlunya bulan ampunan tahun ini lantaran allah ta’ala), sedangkan pada biasanya kita niat setelah isya’ bila dilihat kalender hijriyyah sudah tidak termasuk niat untuk esok hari, tp niat untuk hari ini (SHOUMA GHODIN menjadi SHOMA LI HADZAL YAUMI), sedangkan untuk niat yg biasa kita lafadzkan yaitu yang pertama maka niatnya harus sebelum maghrib yaitu sebelum bergantinya hari dalam kalender hijriyyah (lihat al asybah wannadhoir pecahan ta'yin/mukhatshor al asybah wannadhoir oleh kyai aziz masyhuri denanyar halaman 22-23)
maka kesimpulan niat yang benar berdasarkan prespektif kaidah fiqh bila niatnya setelah isya'/tarawih maka niatnya ialah NAWAITU SHOUMA LIHADZAL YAUMI..., sedangkan bila niatnya sebelum ashar maka lafadznya ialah NAWAITU SHOUMA GHODIN..., atau niat yg paling gampang ialah NAWAITUSSHOUMA FARDLON LILLAHI TA'ALA, nb ini khusu puasa wajib
Untuk menyikapi status yang demikian, ada baiknya mulai kini kita memahami dan berhati-hati lagi Bagaimana Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar. Dan melalui status itu pula muncul argumentasi dari beberapa gus sekaligus menjelaskan secara gamblang perihal niat puasa ramadhan. Adapun argumen dari beberapa gus sanggup disimpulkan kurang lebih sebagai berikut :

Bagaimana Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar

WAKTU MULAI NIAT UNTUK PUASA RAMADHAN.
Jika kita membaca pada status di atas, bahwa si penulis status memberitahukan kalau di dalam kalimat niat puasa  ramadhan terdapat kata "غد" yang artinya ialah besok. Sedangkan kita sebagai umat islam terbiasa berniat dengan redaksi "NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADA’I FARDLIS SYAHRI ROMADLONA HADZIHIS SANATA FARDLON LILLAHITA’ALA" setelah melaksakan sholat tarawih. Padahal kalau dilihat dari penanggalan hijriyah bahwa lafadz "غد" menyampaikan esok hari alasannya ialah mulainya hari dalam penanggalan hijriyah ialah dikala matahari terbenam.

Menurut pendapat yang dikemukakan ialah bila memakai redaksi niat ibarat diatas berarti kita berniat puasa untuk esok hari bukan untuk hari ini, seharusnya redaksi niat yang digunakan ialah "NAWAITU SHOMA LI HADZAL YAUMI ‘AN ADA’I FARDLIS SYAHRI ROMADLONA HADZIHIS SANATA FARDLON LILLAHITA’ALA" 

Apabila memakai redaksi SHOUMA GHODIN maka niat yang demikian hendaknya diucapkan sebelum terbenamnya matahari. Dan apabila niat puasa setelah terbenamnya matahari atau setelahnya maghrib, maka redaksi niat yang digunakan adalah SHOMA LI HADZAL YAUMI.

Dengan pendapat yang disampaikannya tampak ada klarifikasi lanjutan dari Gus Ahmad Abdul Wahab naf'an yakni hendaknya dibedakan antara arti bahasa "غد" dengan kata besok dalam bahasa indonesia. Beliau menjelaskan lebih gamblang lagi yang didasarkan dari beberapa sumber diantaranya ialah kitab Al-Asybah Wan nadzoir, fathul Wahhab, I'anah At-Thoolibin dan juga dari kitab Fathul Qodir.

Beliau (Gus Ahmad Abdul Wahab) menjelaskan sebagaimana keterangan yang terdapat pada kitab I'anah At-Thoolibin (halaman 373 - 374) : Kenapa para ulama mensyaratkan menambah lafadz Ghodin? alasannya ialah littabyyit, lantaran niat ibadah itu harus di awal sedangkan awal puasa susah ditentukan, tidak ibarat sholat yang diawali dengan takbirotul ihrom, makanya niat harus dikala malam. Oleh lantaran itu para ulama beropini bahwa syarat tabyit itu ada dua model cara niat

Dan dia juga membuktikan kalau niat itu harus sehabis maghrib atau setelah terbenamnya matahari dilarang dilakukan sebelum maghrib .
Dari argument di atas sanggup disimpulkan kalau Waktu Mulai Niat Untuk Puasa Ramadhan ialah Setelah Terbenamnya matahari hingga dengan Sebelum terbitnya fajar shodiq.
LAFADZ NIAT UNTUK PUASA RAMADHAN
Dari klarifikasi yang sudah di beberkan di atas, sanggup diambil kesimpulkan bahwa untuk lafadz niat puasa ramadhan sebaiknya memakai redaksi berikut ini :
“NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN ADA’I FARDLIS SYAHRI ROMADLONA HADZIHIS SANATA FARDLON LILLAHITA’ALA"

NIAT PUASA SATU KALI DALAM SEBULAN ATAU SETIAP HARI?
Ulama' 4 madzhab mengakibatkan niat sebagai rukun dalam ibadah yang telah ditetapkan ketentuannya. Terkait dengan puasa, bahkan Nabi saw mengingatkan kita, “Siapa yang tidak berniat puasa sebelum tiba waktu fajar (imsak) maka puasanya tidak sah.” (HR. Bukhari).

Mengenai apakah niat puasa sanggup dilakukan cuma satu kali selama satu bulan, ataukan dilakukan setiap hari? maka ada perbedaan pendapat. Menurut sebagian besar ulama' figh beropini bahwa niat dilakukan setiap hari mulai dari terbenamnya matahari, hingga dengan sebelum terbitnya fajar, akan tetapi berdasarkan madhab maliki menyatakan bahwa diperkenankan niat sekali saja untuk puasa yang bersambung hari-harinya, ibarat puasa di bulan suci Ramadhan.

Semoga dari apa yang sudah dijelaskan diatas sanggup menambah keilmuan kita sebagai umat islam supaya lebih berhati hati dan kritis menyikapi perbedaan yang ada. semoga bermanfaat.

Bagaimana Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tata Cara Niat Puasa Ramadhan Yang Baik Dan Benar"

Posting Komentar