Selebrasi Sujud Syukur Sesudah Mencetak Gol, Bagaimana Hukumnya?

 Banyak lisan atau selebrasi para pemain sepakbola sesudah mencetal GOL ke Gawang lawan Selebrasi Sujud Syukur Setelah Mencetak GOL, Bagaimana Hukumnya?
Selebrasi Sujud Syukur. Banyak lisan atau selebrasi para pemain sepakbola sesudah mencetal GOL ke Gawang lawan ibarat berlari ke arah pelatih, Mencium kamera, melompat sambil berteriak, berlari ke arah penonton sambil berteriak, bahkan ada selebrasi yang menerima perhatian khusus yang dilakukan pemain muslim yakni dengan cara Sujud Syukur.

Setiap selebrasi pemain selalu menerima sorotan dari penonton yang ikut bersorak dikala pemain idolanya berhasil memasukkan bola, dan tak jarang penonton menirukannya. Namun tahukah kita, jika ada selebrasi yang menjadikan kontroversi yakni Sujud Syukur Setelah mencetak GOL.

Ada beberapa pendapat mengenai seleberasi satu ini. Di sini kami mencoba untuk membahasnya secara obyektif tanpa ada maksud membenarkan atau menyalahkan secara sepihak, melainkan mencoba untuk memperlihatkan sedikit sumber perihal bagaimana aturan sujud syukur secara teori dan mengaitkannya dengan apa yang dilakukan oleh pemain sepakbola?.
 Banyak lisan atau selebrasi para pemain sepakbola sesudah mencetal GOL ke Gawang lawan Selebrasi Sujud Syukur Setelah Mencetak GOL, Bagaimana Hukumnya?
Seperti kutipan dari situs eramuslim.com dikatakan oleh salah satu mufti dari Uni Emirat Arab, Ahmad Abdul Aziz Al-Haddad yang menyatakan seleberai sujud syukur merupakan tindakan batil (tidak sah).

Beliau mengutarakan mengenai syarat - syarat dikala melaksanakan sujud syukur yakni menyangkut duduk kasus kesucian, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Dan ia menyikapi apa yang sudah dilakukan oleh pemain mesir kala menjuari "piala afrika" 2010, dengan menyampaikan sujud syukur dilakukan tidak memenuhi persyaratan, akan tetapi cukup dengan mengucapkan alhamdulillah jika memang harus bersyukur, lanjut beliau.

Meskipun ada pernyataan demikian, ternyata ada respon yang bertolak belakang dari kalangan ulama' mesir sendiri, Hashim. Beliau menanggapi fatwa Mufti Ahmad Abdul Aziz Al-Haddad dengan pernyataan seakan tidak mempermasalahkan sujud syukur yang dilakukan pemain sepakbola ditengah lapangan alasannya ialah tindakan tersebut merupakan bukti kekhusyukan dan kesyukuran kepada alloh.

Hashim juga mengutarakan pendapat beberapa ulama' fikih yang mana mempunyai batasan dan pandangan masing - masing. "Madzhab Maliki memandang bahwa aurat lelaki ialah kemaluan dan duburnya," katanya. Sumber klik di sini

Dengan membaca sedikit klarifikasi di atas, berdasarkan ekonomis kami sebagai penulis sebetulnya cenderung pada pendapat pertama yang mana syarat - syaratnya harus terpenuhi meskipun sujud syukur hukumnya sunnah. Sebab syarat dan ketentuan yang diungkapkan oleh mufti sesuai dengan pendapat kalangan syafi'iyah yakni suci, menutup aurot dan menghadap kiblat.

Semoga sesudah membaca pendapat mengenai Selebrasi sujud syukur sesudah mencetak gol sanggup bermanfaat dan sanggup menjadi pembelajaran langsung sebelum kita sendiri melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan sesuai ketentuan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Selebrasi Sujud Syukur Sesudah Mencetak Gol, Bagaimana Hukumnya?"

Posting Komentar