Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh

 Diantara kalian niscaya sudah banyak yang tahu jawabannya Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh
Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh. Kenapa Yaa??? Diantara kalian niscaya sudah banyak yang tahu jawabannya. Atau banyak juga diantara kita yang masih bertanya tanya "Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh".  Menarik memang bila pertanyaan ini dijadikan materi diskusi untuk menjelaskan kepada siapa saja yang masih belum tahu secara ilmiyah. Dan disini penulis mencoba memperlihatkan sedikit refrensi wacana pertanyaan tersebut. Apabila ada kekurangan atau kesalahan informasi mohon untuk direvisi kembali supaya tidak ada kesalahpahaman diantara sesama muslim. Sebab tujuan penulisan artikel ini tidak lain yaitu untuk mengembangkan informasi meski itu hanya satu kata.

Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh

Oke eksklusif saja masuk pada pokok pembahasan. Sebagai orang islam yang memiliki keimanan untuk melaksanakan kewajiban yang telah dianjurkan oleh syari'at islam, setidaknya kita mengetahui juga dasar - dasar disyari'atkannya suatu perbuatan tersebut, tidak terkecuali melaksanakan do'a qunut dalam sholat shubuh. Alasan mengapa kita perlu mengetahui dasar - dasar hukumnya saat melaksanakan suatu perbuatan, alasannya yaitu dengan itu kita sanggup menambah keyakinan dan kemantapan untuk senantiasa melaksanakan perbuatan yang telah dianjurkan oleh syari'at agama saat ada perbedaan pendapat. Mengingat do'a qunut ini juga menjadi salah satu perbedaan pendapat dalam ummat islam.

Pokok pembahasannya adalah, di dalam sholat shubuh terkadang kita menjumpai ada yang memakai do'a qunut ada juga yang tidak menggunakannya. Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah do'a qunut itu disyari'atkan dan menjadi salah satu rukun syahnya sholat atau tidak? Dari pertanyaan ini sanggup dijabarkan lagi beberapa pertanyaan diantaranya, Apakah nabi pernah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu memakai do'a qunut? Jika nabi tidak pernah menganjurkan untuk selalu menggunakannya, apakah mereka yang memakai do'a qunut termasuk golongan yang tidak taat pada nabi, ataukah sebaliknya mereka yang tidak memakai do'a qunut, mereka yaitu golongan yang tidak mengikuti sunnah rosul?

menarik bukan bila kita mengetahui kenapa dalam sholat shubuh ada yang memakai do'a qunut atau tidak?. Untuk lebih jelasnya di bawah ini penulis mencoba menjabarkan keterangan dari pertanyaan diatas.

Apakah Do'a Qunut Menjadi Salah Satu Rukun Syahnya Sholat Shubuh Atau Tidak ? Apakah nabi pernah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu memakai do'a qunut? apakah mereka yang memakai do'a qunut termasuk golongan yang tidak taat pada nabi, ataukah sebaliknya mereka yang tidak memakai do'a qunut, mereka yaitu golongan yang tidak mengikuti sunnah rosul?

Ada beberapa redaksi hadits nabi wacana do'a qunut antara lain;

كا ن زسول الله صلله عليه وسلم اذا رفع رأسه من الركوع فى صلآة الصبح فىالركعة الثنا نية رفع يديه فيدعو بهذا الدعا ء " اللهم هد نى فيمن هديت إلى آخر " زواه الحا كم وصححه
Nabi saw, bila berdiri dari ruku' dalam shalat subuh pada rakaat yg kedua ia mengangkat kedua tangannya maka ia membaca do,a qunut " Allaahummahdinii fiiman hadait wa-'aafinii fiiman afait." { HR. Hakim }

مَذْهَبُنَا أَنَّهُ يُسْتَحَبُّ الْقُنُوْتُ فِيْهَا سَوَاءٌ نَزَلَتْ نَازِلَةً أَمْ لَمْ تَنْزَلْ وَبِهَذَا قَالَ أَكْثَرُ السَّلَفِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ أَوْ كَثِيْرٌ مِنْهُمْ وَممَِّنْ قَالَ بِهِ أَبُوْ بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ وَعُمَرُبْنُ الْخَطَّابِ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَابْنُ عَبَّاسٍ وَالْبَرَّاءُ بْنُ عَازَبَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ (اَلْمَجْمُوْعُ شرح المهذب ج 3 ص 504) 
Dalam madzhab kita (madzhab Syafi’i) disunnahkan membaca qunut dalam shalat shubuh, baik ada bala’ (bencana, cobaan, adzab dan lain sebagainya) maupun tidak, inilah pendapat kebanyakan ulama’ salaf dan setelahnya. Diantaranya yaitu Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Usman, Ali, Ibn Abbas dan al-Barra’ bin Azib ra. (al-Majmu’, Juz I, hal. 504)

عَنْ أَنَسٍ بِنْ مَالِكٍ قَالَ مَازَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتىَّ فَارَقَ الدُّنْيَا (مُسْنَدُ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلَ رَقْمٌ 12196) Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. Beliau berkata; Rasulullah Saw. Senantiasa membaca qunut saat shalat hingga ia wafat. (Musnad Ahmad bin Hanbal, 12196)

hadits di atas menjelaskan bahwa adanya do'a qunut dalam sholat telah dicontohkan oleh rosululloh s.a.w. akan tetapi yang dimaksud qunut dalam hadits tersebut yaitu do'a yang dibaca oleh rosululloh s.a.w. untuk mendo'akan ummatnya saat mendapat bala', coba'an atau adzab. Meski demikian maksud hadits itu menghasilkan beberapa pendapat dari madzhab yakni madzhab imam syafi'i, yang menyatakan bahwa disunnahkan membaca do'a qunut dalam sholat shubuh. dan berhukum sunnah mua'akkadah yang artinya sunnah yang wajib diganti dengan sujud syahwi apabila meninggalkannya. Pernyataan ini dikuatkan dengan hadits yang ketiga di atas bahwa rosululloh senantiasa membaca qunut saat sholat hingga ia wafat.

Redaksi hadits lainnya;

عَنْ سَعْدِ بْنِ طَارِقٍ الْأَشْجَعِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي ياَ أَبَتِ إِنَّكَ قَدْ صَلَََّيْتَ خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكَرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ أََفَكَانُوْا يَقْنِتُوْنَ فِي الْفَجْرِ؟ قَالَ أَيْ بُنَيَّ مُحْدَثٌ (رَوَاهُ الْخَمْسَةُ إِلَّا أَبَا دَاوُدَ) فَمِنَ الْحَدِيْثِ اَلنَّهْيُ عَنِ الْقُنُوْتِ فِي الصُّبْحِ وَبِهِ أَخَذَ أَبُوْ حَنِيْفَةَ وَأَحْمَدُ. (إِبَانَةُ الْأَحْكَامِ، ج 1 ص 431)
Dari Said bin Thariq al-Asyja’i ra, ia berkata; saya pernah bertanya kepada ayahku wahai ayah! Sesungguhnya engkau pernah mengerjakan shalat di belakang Rasulullah Saw, Abu Bakar, Umar, Usman, Ali. Apakah mereka semua berdo’a qunut saat shalat shubuh? Ayahku menjawab qunut itu termasuk kasus yang gres tiba (HR. Khamsah kecuali Abu Dawud) dari hadis tersebut tercetuslah aturan berupa larangan qunut shubuh, ibarat yang dipegang Abu Hanifah dan Imam Ahmad. (Ibanah al-Ahkam, juz I, hal. 431)

Hadits ini menyatakan bahwa sholat shubuh tanpa memakai qunut. Pendapat demikian diutarakan oleh imam bubuk hanifah dan imam ahmad bin hambal. Akan tetapi ada sangkalan dari pendapat ini sebagaimana ada sebuah kaidah undangan figh yang berbunyi;

يَقْدُمُ الْمُثْبِتُ عَلَى النَّافِى لِاشْتِمَالِهِ عَلَى زِيَادَة ِعِلْمٍ (شَرْحُ نَظْمِ جَمْعِ الْجَوَامِعِ ج 2 ص 475)
Dalil yang menjelaskan adanya (terjadinya) suatu perkara, didahului oleh dalil yang menyatakan bahwa kasus tersebut tidak ada. Sebab adanya klarifikasi pada suatu dalil, memperlihatkan adanya pemberitahuan (ilmu) yang lebih pada dalil tersebut. (Syarah Nadzam Jam’ul Jawami’, juz II, hal. 475)
Dengan demikian do'a qunut disunnahkan dalam sholat shubuh.

Dari semua refrensi di atas sanggup disimpulkan demikian : Do'a qunut sebetulnya pernah diajarkan oleh rosululloh s.a.w dan bukan mejadi rukun mutlak dalam sholat alasannya yaitu ada beberapa golongan yang memakai do'a qunut dalam sholat akan tetapi bila ditinggalkan sanggup diganti dengan sujud syahwi, lantaran qunut dalam sholat yaitu berhukum sunnah mu'akkadah. Dan bagi golongan yang tidak memakai do'a qunut bukan berarti mereka mengingkari rosululloh alasannya yaitu aturan dari qunut itu sendiri yaitu sunnah, dan bagi mereka yang tidak melaksanakan qunud dilarang menyampaikan bagi golongan yang memakai qunud yaitu mereka yang mengingkari sunnah rosul lantaran menurut kaidah undangan figh di atas tadi. Begitu juga sebaliknya.

biar sedikit klarifikasi mengenai Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh bermanfaat bagi kita semua dan selalu senantiasa menjaga perbedaan diantara umat islam.

baca juga kalimat do'a qunut sholat shubuh, pengertian qunut dan macam macamnya.

Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa Do'a Qunut Hanya Ada Dalam Sholat Shubuh"

Posting Komentar