Ini Balasan Doa Qunut Dibaca Pada Pertengahan Bulan Ramadhan

Ini Jawaban Doa Qunut Dibaca Pada Pertengahan Bulan Ramadhan - Sebelumnya kami sudah membahas mengenai permasalahan mengenai doa qunut witir pada bulan puasa, kenapa hanya dibaca pada 15 hari terakhir bulan ramadhan, kali ini kami berusaha menjelaskan lagi dengan secara lebih praktis, singkat dan mungkin sanggup gampang dipahami pembaca meliputi hukum qunut, waktu dan kawasan pelaksanaan qunut, serta dalil yang menunjukan qunut.

Ini Jawaban Doa Qunut Dibaca Pada Pertengahan Bulan Ramadhan Ini Jawaban Doa Qunut Dibaca Pada Pertengahan Bulan RamadhanQunut ialah salah satu sunnah yang biasanya dilakukan pada sholat shubuh, sholat witir, dan atau juga sholat sunnah rowatib. Qunut dilakukan dengan cara membaca doa tertentu pada rakaat terakhir sholat sunnah ketika bangkit dari rukuk.
Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan pendapat dari para ulama' mengenai aturan dari qunut dan juga kapan pelaksanaan qunut itu sendiri. Oleh sebab itu di sini kami mencoba membagikan informasi mengenai pertanyaan terkait qunut pada pertengahan bulan ramadhan, kenapa tidak satu bulan penuh, dan kenapa juga hanya dibaca pada sholat shubuh dan witir, tidak pada sholat lainnya.

Untuk klarifikasi doa qunut dibaca sewaktu sholat shubuh, selengkapnya sanggup baca di sini. Sedangkan di sini menjelaskan aturan doa qunut dibaca ketika sholat witir di pertengahan bulan ramadhan.

Pendapat ulama' terkait qunut witir.

Ada beberapa pendapat dalam menyikapi hal ini, diantaranya ialah pendapat dari ulama' maliki, madzhab syafi'iyah, ibnu mas'ud dan ibrahim an nakho'i.

Pendapat ulama' maliki
Doa qunut dikala witir berhukum makruh dengan alasan tidak ada tuntutan dalam hal ini yang ada hanya pada sholat shubuh dikala nawazil.

Pendapat madzhab Syafi'iyah
Qunut witir berhukum sunnah pada separuh selesai dari bulan Ramadhan saja. Ini merupakan pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’iyah dan ada juga perkataan dari Imam Ahmad mengenai hal ini. Ketika Abu Daud menanyakan pada Imam Ahmad, “Apakah qunut itu sepanjang ramadahan?”. “Jika engkau mau”. Abu Daud bertanya lagi, “Apa pendapat yang engkau pilih?” Jawab Imam Ahmad, “Adapun saya tidak  membaca qunut kecuali sehabis pertengahan  Ramadhan. Namun jikalau saya bermakmum di belakang imam lain dan ia berqunut, maka saya pun mengikutinya.” (Masail Ahmad li Abi Daud, 66). Mereka pun menyebutkan dalil perihal riwayat dari Ibnu ‘Umar, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih (Al Mushannaf, 2: 98).

Pendapat ulama' maliki dan syafi'i
Qunut witir berhukum sunnah hanya pada bulan ramadhan saja tidak pada bulan lainnya.

Pendapat Ibnu Mas’ud dan Ibrahim An Nakho’i
Qunut witir sunnah dibaca setiap malam sepajang tahun.

Dalil Doa Qunut witir
1. Al Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat yang saya ucapkan dalam shalat witir, yaitu
اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Allahummahdiini fiiman hadait, wa’aafini fiiman ‘afait, watawallanii fiiman tawallait, wabaarik lii fiima a’thait, waqinii syarrama qadlait, fainnaka taqdhi walaa yuqdho ‘alaik, wainnahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta rabbana wata’aalait. (Ya Allah, berilah saya petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah saya keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah saya dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang menetapkan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong. Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi)” (HR. Abu Daud no. 1425, An Nasai no. 1745, At Tirmidzi no. 464. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini shahih).

2. Hadits Ubay bin Ka’ab yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqunut dalam shalat witir. (HR. Abu Daud no. 1427, shahih berdasarkan Syaikh Al Albani). Hadits ini mutlak tidak khusus pada bulan Ramadhan.

3. Sebagaimana dinukil dari Imam Ahmad pula tolong-menolong ‘Umar pun beropini menyerupai ini.
Mufti Saudi Arabia di masa silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanya:  Apa aturan membaca do’a qunut setiap malam ketika (shalat sunnah) witir?

Beliau menjawab, tidak duduk kasus mengenai hal ini. Do’a qunut (witir) ialah sesuatu yang disunnahkan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun biasa membaca qunut tersebut. Beliau pun pernah mengajari (cucu beliau) Al Hasan beberapa kalimat qunut untuk shalat witir. Ini termasuk hal yang disunnahkan. Jika engkau merutinkan membacanya setiap malamnya, maka itu tidak mengapa. Begitu pula jikalau engkau meninggalkannya suatu waktu sehingga orang-orang tidak menyangkanya wajib, maka itu juga tidak mengapa. Jika imam meninggalkan membaca do’a qunut suatu waktu dengan tujuan untuk mengajarkan insan bahwa hal ini tidak wajib, maka itu juga tidak mengapa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan do’a qunut pada cucunya Al Hasan, dia tidak menyampaikan padanya: “Bacalah do’a qunut tersebut pada sebagian waktu saja”. Sehingga hal ini memperlihatkan bahwa membaca qunut witir terus menerus ialah sesuatu yang dibolehkan. (Fatawa Nur ‘alad Darb, 2/1062)

Kesimpulan
“Hakekatnya, qunut witir ialah sejenis do’a yang dibolehkan dalam shalat. Siapa yang mau membacanya, silakan. Dan yang enggan pun dipersilakan. Sebagaimana dalam shalat witir, seseorang boleh menentukan tiga, lima, atau tujuh raka’at semau dia. Begitu pula ketika ia melaksanakan witir tiga raka’at, maka ia boleh melaksanakan 2 raka’at salam kemudian 1 raka’at salam, atau ia melaksanakan tiga raka’at sekaligus. Begitu pula dalam hal qunut witir, ia boleh melaksanakan atau meninggalkannya sesuka dia. Di bulan Ramadhan, jikalau ia membaca qunut witir pada keseluruhan bulan Ramadhan, maka itu baik. Jika ia berqunut di separuh selesai bulan Ramadhan, itu pun baik. Jika ia tidak berqunut, juga baik.” (Majmu’ Al Fatawa, 22: 271)

Kurang lebihnya mengenai penjelsan diatas mudah-mudah sanggup memperlihatkan kemanfaatan buat kita semua termasuk penulis terlebih buat siapa saja yang pernah menanyakan kenapa doa qunut hanya dibaca pada sholat witir separuh ramadhan saja.
Ini Jawaban Doa Qunut Dibaca Pada Pertengahan Bulan Ramadhan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Balasan Doa Qunut Dibaca Pada Pertengahan Bulan Ramadhan"

Posting Komentar