Wacanakan Larangan Poligami, Pa 212: Psi Pantas Dibubarkan

 Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin menentang keras wacana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang melarang pejabat publik dan Aparatur Sipil Negara (ASN) berpoligami.
Menurutnya, perilaku PSI tersebut bertentangan dgn syariat Islam yang memperbolehkan poligami.
"Lagi-lagi PSI menyerang syariat Islam, maka pantas kalau PSI diartikan jajarannya anti-Islam, bahkan ada penista agamanya yang sudah kami laporkan," kata Habib Novel, Jumat (14/12/2018).
Novel menambahkan, dirinya telah memantau perilaku PSI semenjak lama, anggota FPI senior ini pun tak kaget dgn ide-ide yang dikeluarkan partai pimpinan Grace Natalie ini.
Baginya, gagasan-gagasan yang dilontarkan PSI acapkali menciptakan gaduh dan berunsur SARA, termasuk soal larangan poligami yang bakal dibawa jikalau masuk DPR 2019 mendatang.
"Saya enggak kaget partai ini menyerang syariat Islam alasannya ketumnya enggak paham agama, selalu mengangkat informasi SARA terus sebagai ungkapan sabung dombanya dan bergaya komunis," kritiknya.
Tak hanya itu, misi penolakan poligami juga dinilainya telah berseberangan dgn hak asasi manusia. Sebab, selain dibenarkan dalam Islam, poligami juga menjadi hak bagi setiap warga.
"Ketum PSI itu harus berguru dulu dgn benar wacana hak asasi insan dan wacana pancaslia, ketuhanan yang maha esa semoga tidak gagal paham terus wacana syariat dan hak asasi manusia," papar Novel.
Atas dasar itu, ia pun menilai partai yang gres akan berkontestasi di Pemilu 2019 ini layak utk dibubarkan.
"Bawaslu harus berikan hukuman tegas kepada jajaran partainya karna stetmennya selalu menciptakan gaduh dan meresahkan. Partai PSI sudah memenuhi syarat utk dibubarkan baik dari intren partai atau dari unsur luar. Dari unsur eksternal, partai dibubarkan oleh MK," tutup anggota Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wacanakan Larangan Poligami, Pa 212: Psi Pantas Dibubarkan"

Posting Komentar