Pkb: Habib Bahar Bikin Noda Di Reuni 212, Untung Presidennya Jokowi



Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyayangkan agresi reuni PA212 dinodai oleh dugaan adanya ujaran kebencian yang di­lontarkan oleh tokoh yang hadir ketika itu. Siapa yang melontarkan ujaran kebencian itu? Berikut pernyataan Maman Imanulhaq.

Bagaimana evaluasi Anda soal acara Reuni 212 kemarin?
Saya melihat bahwa agresi umat Islam di 212 itu berjalan dgn kon­dusif, damai, dan itu tentu merupakan hak warga negara yang dilindungi oleh konstitusi. Tapi sy melihat juga ada unsur politik yang masuk di program itu.

Dan tentu kami menyanyangkan, program yang aman itu dinodai oleh pidato hate speech oleh Habib Bahar. Itu harusnya tidak perlu terjadi, sebab suasananya bahwasanya sudah sangat cantik sekali.

Unsur politik apa yang Anda maksud?
Unsur politiknya menyerupai yang di­lakukan oleh Habib Bahar itu. Lalu ada juga berkumandangnya lagu yang mendeskreditkan Pak Jokowi, itu pun sangat disyngkan.

Kalau dari dari ceramah Habib Rizieq, ada unsur politisnya enggak berdasarkan Anda?
Ya tentu, itu merupakan salah satu unsur politik yang masuk di program tenang tersebut.

Kalau kehadiran Prabowo dalam program tersebut bagaimana?
Saya rasa positif ya. Saya rasa Pak Prabowo harus lebih sering ikut pengajian, ikut didoakan, dan mudah-mudahan Pak Prabowo juga ikut mengamalkan apa yang didoakan oleh para habib dan ulama. Kami berdoa, agar kehadiran dia di program keagamaa itu menambah nilai-nilai keimanan baginya.

Tapi kan dia hadir sebagai tamu kehormatan?
Ya enggak masalah, orang hadir kan enggak apa-apa. Bagus-bagus saja berdasarkan sy. Sekali lagi, di abad kepemimpinan Jokowi lah sebe­narnya kita mencicipi sebuah pros­es demokrasi yang terbuka, saling menghargai, saling menghormati, dan tidak ada upaya dari pemerintan utk menghalangi rakyat bersuara. Ini kan menjadi bukti keberhasilan Jokowi juga, orang berkumpul di ruang publik.

Bayangkan bila acara ini dilaksanakan tahun 1998. Berapa orang yang tiba-tiba dituduh macam-macam ketika mencaci-maki pe­merintah. Tanya saja Pak Prabowo, nanti jangan-jangan ada yang diculik.

Pihak panitia kan sudah membantah dan menyatakan tidak ada unsur politik apapun da­lam acara kemarin. Bagaimana jawaban Anda terkait bantahan tersebut?
Iya, kami melihat ac­ara itu sangat damai, kondusif, dan bagus. Tetapi ada unsur politik yang masuk, dan itu sedikit menodai program yang sangat cantik itu.

Tapi Anggota Bawaslu DKI Puadi kan juga sudah menyatakan tidak ada pelanggaran dalam program itu?
Kalau sy sih sebe­narnya tidak melihat dari sisi itu melanggar regulasi. Sekali lagi sy katakan, ada unsur politik pada per­temuan tersebut.

Artinya Bawaslu DKI harus menindak program tersebut?
Itu kami serahkan ke Bawaslu. Tapi yang niscaya bila dari kami, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin berpendapat, pertama soal hal berserikat dan berkumpul itu memang hak warga negara yang dilindungi oleh konstitusi. Kedua, tentu kami sangat mengapresiasi program besar yang diikuti oleh sekitar 500 ribu orang itu. Acaranya berlang­sung damai, ketika pulang mereka membuang sampah dgn tertib, tidak ada rumput yang rusak, itu kan sesuatu yang positif. Tetapi poin ketiga kami ingin menyampaikan bahwa, program yang begitu cantik ternodai oleh pidato kebenciannya Habib Bahar, dan juga ada undangan ganti presiden.

Baca sumbernya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pkb: Habib Bahar Bikin Noda Di Reuni 212, Untung Presidennya Jokowi"

Posting Komentar