Awas, Inilah 5 Masakan Berbahaya Yang Sering Kita Konsumsi

Berbicara masakan memang tidak ada habisnya Awas, Inilah 5 Makanan Berbahaya yang Sering Kita Konsumsi

Berbicara masakan memang tidak ada habisnya. Karena menjadi kebutuhan pokok manusia, maka masakan yang dikonsumsi harus benar-benar bergizi. Makan 4 sehat 5 tepat dengan komposisi nasi, tempe tahu, sayuran, buah dan susu setiap hari mengakibatkan badan sehat dan kebal dari penyakit.

Namun banyak dari kita lebih suka masakan cepat saji dari pada mengkonsumsi masakan di atas. Selain lebih cepat dari pada memasak sendiri, kita juga sanggup membelinya dengan harga yang murah. Dengan banyaknya masyarakat kita yang lebih menyukai produk siap saji menciptakan para produsen masakan berlomba-lomba mencari keuntungan. Ada yang menawarkan materi kimia, adonan materi tak layak konsumsi hingga masakan bau dipakai untuk mendapat penghasilan berlimpah. Berikut masakan berbahaya yang tersebar dipelosok negeri

1. Nata de Coco

Selain bakso dan mie ayam yang menggunakan saus untuk makan, ada lagi jenis masakan menyerupai dengan kolang-kaling yang sanggup dipakai sebagai manisan, pengisi es krim, yogurt, jely dan agar-agar. Makanan kenyal ini yaitu Nata de Coco yang sangat disukai belum dewasa masa kini.

Namun beberapa dikala kemudian sempat ada polemik ihwal nata de coco yang dicampur dengan pupuk Urea dan ZA. Pupuk tanaman ini menjadi materi pemanis nata de coco. Ngeri sih, tapi meski terlihat berbahaya pihak BPOM malah menyebutkan nata de coco layak dikonsumsi. Wah, jadi galau nih!

2. Gorengan Berplastik

Anda sering membeli jajanan yang dijual disekitaran rumah Anda? Dari pada repot-repot membuatnya kita lebih suka membelinya. Namun Anda patut was-was dengan jajanan menyerupai gorengan yang dijual di pinggir jalan ini.Karena banyak penggemar dari gorengan, para penjual badung ini malah memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh keuntungan.

Mereka biasanya menggunakan plastik untuk menggoreng masakan supaya lebih gurih dan renyah. Ada pula yang memasukkan plastik minyak kedalam gorengan. Lalu, bagaimana dengan plastik yang masuk kedalam badan kita. Bagi Anda yang masih membeli masakan gorengan dipinggir jalan harus jeli, jadi Anda sanggup terhindar dari masakan berbahaya satu ini.

3. Saus Sambal Berbahan Kimia

Jika makan Bakso dan Mie Ayam di jalan biasanya didampingi sebotol saus sambal dan cabai. Namun baru-baru ini banyak beredar saus yang dicampuri materi kimia. Bisa dibayangkan saus yang melekat di baju aja susah dibersihkan, apalagi di dalam badan kita?

Meski polisi sempat menggerebek perusahaan penghasil saus berbahan kimia, namun Anda patut was-was dengan produk yang Anda beli. Selain terdapat kandungan materi kimia, saus ini tidak berbahan cabe melainkan terdapat adonan materi pengawet dan pewarna tektil. Wah, coba dilihat lagi apakah label BPOM masih ada dan cek kebenaran dari label yang tertera di produk Anda.

4. Kikil

Selain daging ayam, daging sapi juga banyak di suntik dengan pengawet mayat. Apalagi kulit sapi yang sangat rentan membusuk dalam satu hari. Maka para pemilik perjuangan ini lebih menentukan menggunakan formalin dari pada kulitnya tak layak jual.

Selain itu, dari pengusaha badung ini malah membeli kulit anyir 40-50 kg per hari nya dan mencampurnya dengan formalin dan pemutih sehingga lebih licin di pegang. Adapula dari mereka yang menggunakan sepatu dan jaket kulit bekas yang diberi cairan pelunak sebagai materi pembuatan kikil alasannya harga kulit yang semakin mahal. Wah benar-benar tidak punya hati, demi meraup untung sebesar-besarnya mereka rela menawarkan racun bagi orang lain. Bayangkan jika kita makan kikil berpengawet mayat. Semoga kita tidak jadi ‘mayat hidup’.

5. Daging Ayam

Kasus masakan berformalin sudah mulai redup digantikan dengan kasus-kasus lain. Tapi, Bahan masakan berformalin masih tersebar di pasar-pasar tradisional. Bahkan para pedagang ini dengan pdnya menyakinkan ke pembeli produknya murni tanpa formalin.

Begitulah cara mendapat penghasilan yang berlimpah, Ayam disuntik dengan hormon aja sudah berbahaya apalagi yang berformalin. Ditambah lagi si ayamnya ayam tiren (mati kemaren) kemudian dijual kembali. Memang susah membedakan ayam yang berformalin dan tidak. Semoga Anda sanggup melihat lebih jeli.

Jika semakin banyak pengusaha badung dan masakan yang berbahaya tersebar di lingkungan sekitar, maka kita perlu ekstra hati-hati dalam menentukan masakan yang layak dikonsumsi. Bagaimana berdasarkan Anda, lebih baik menyesal sekarangkan dari menyesal sehabis terlanjur sakit.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Awas, Inilah 5 Masakan Berbahaya Yang Sering Kita Konsumsi"

Posting Komentar