Perjalanan Mencari Kawasan Kursus Di Kampung Inggris


Hai, guys...
Jumpa lagi dengan artikel mengenai kampung Inggris. Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya "Pengalaman Kegalauan Berangkat ke Kampung Inggris Pare". Di selesai artikel tersebut sudah saya putuskan untuk mengikuti kursus di kampung Inggris. Nah, untuk artikel ini, lebih fokus menceritakan perjalanan seharian untuk mencari kawasan kursus Speaking di Pare. Okay guys, welcome to my experience...

Jum'at 31 Mei 2013, is a special day, hari yang menentukan kepergian kita ke kampung inggris. Lampu hijau dari ortu?? sudah. Teman berangkat?? ada. Biaya kursus + hidup?? juga ada, dari ortu plus tabungan sendiri. Aku mulai browsing forum kursus yang sesuai. Berkat pinjaman paman Google, kesudahannya saya menerima beberapa kawasan kursus yang recommended. Aku eksklusif mengirim link artikel-artikel tersebut ke mas Irul, sahabat kuliah yang juga berminat ke Pare. Setelah diskusi bersama via facebook, ada beberapa kawasan kursus yang kami anggap sesuai dengan tujuan dan waktu kita, antara lain Marvelous, Access ES, Global-E, daffodils, dan Mahesa. Untuk mencari info lebih lengkap, maka diputuskan untuk berangkat ke Pare pada hari Jum'at tersebut.


Pagi itu saya berangkat ke Malang (harus nyelesaikan manajemen Praktek Industri di Kampus). Perjalanan dimulai dari Kota Malang. Tour kali ini memanfaatkan jasa angkot, bus, and pedicab, hehe.. Kami menuju terminal Landungsari untuk mendapatkan bus ke Pare. Setelah menunggu tidak mengecewakan lama, kesudahannya pukul 10.15 berangkatlah kita ke Pare dengan bus Puspa Indah. Perjalanan 2,5 jam terasa cukup lama, cz jalannya yang berkelok-kelok menerabas Pegunungan di wilayah Malang (entah apa namanya Gunung Arjuno? Anjasmoro? Kawi? Banyak?), ampun dah, perut terasa ibarat jungkir balik. Akhirnya hingga juga di perempatan Tulungrejo, Pare. Yupz, itulah tempat pemberhentian apabila ingin ke Kampung Inggris.Tanpa banyak cakap, kita eksklusif turun (ya iyalah, kalo gag segera turun keburu bus nya berangkat lagi...).

Belasan tukang becak langsung menyambut kami dikala turun dari bus. Sebanyak yang kami dengar, mereka cuma memperlihatkan 2 kawasan kursus, yaitu Mahesa, BEC, Mahesa, BEC, cuma Rp. 15.000. Pusing?? iya, dampak naik bus, panas matahari yang menyengat, dikerumuni sama tukang becak. Kami pun menepi dan menghiraukan undangan tukang becak tersebut. Banyak pikiran melayang di kepala. "Mau cari kursus yang mana?? Mau ke mana dulu?? Survey ke kawasan kursus apa ja?? Jalan kaki, naik becak, ato naik ojek?? Bagaimana caranya pindah dari satu kawasan kursus ke kawasan yang laennya?? Berapa jauh lokasinya?? Berapa ongkos naik becak?? Tempat kursusnya masih buka pa sudah tutup??" Beginilah rasanya menginjak kawasan yang baru.. Untunglah ada teman, kalo nyasar semoga nyasar bareng, huehehehe... Lebih yummy daripada kesasar sendirian.

Setelah ngobrol sebentar, kami pun menentukan pilihan. Kita menghampiri salah satu tukang becak, dan yang kita tanyakan adalah.... Jreng-jreng..

Mas irul: "Masjid terdekat di mana ya pak??" (lho koq??)
Aq: "Pak, kita mau sholat dulu sama cari makan." 
Pak becak: (bengong) "oh, perempatan ini belok kiri, terus jalan lurus.. Mau diantar??"
Kami: "Ah, jalan kaki ja pak, akrab kan??"
Pak becak: "lumayan"
Kami: "Terima kasih pak..." (tak lupa sambil pasang muka senyum)

Kami pun berjalan mencari masjid, sambil toleh kanan kiri, siapa tau ada warung, kan bisa belok ke warung dulu (perut udah keroncongan). Dan ternyata lebih dulu ketemu sama masjid (lupa nama masjidnya apa, masjid waqof al-ikhlas lo gag salah), jadi kita belok ke masjid dulu, untuk sholat dan melepas lelah serta menghilangkan pusing kepala. Setelah sholat, kami duduk-duduk di teras sambil ngobrol mengenai duduk kasus yang sempat melayang di kepala tadi. Akhirnya diputuskan untuk naik becak, tapi bapak becaknya disuruh tunggu dan antar sekalian ke tempat-tempat tujuan.

Setelah keluar dari masjid, kita berjalan kembali ke arah perempatan dan menghampiri tukang becak yang sendirian (malas pergi ke belasan tukang becak). Lagi-lagi memperlihatkan BEC dan mahesa  dengan harga Rp 15.000,00. Tawar-menawar pun terjadi, dan bapak becak sepakat mengantarkan kami dengan biaya Rp 30.000,00. Kami pun pergi makan terlebih dahulu, wkwkwk.. (pukul 14.00, cacing di perut udah gag tahan). Setelah selesai makan, kami pun pergi menemui bapak becak dan melanjutkan perjalanan menuju kawasan kursus.

Selama pejalanan, kami pun ngobrol dengan bapak becak, kurang lebih ibarat inilah perbincangannya:

Aq: (penasaran) "Kenapa sih koq kebanyakan memperlihatkan BEC dan Mahesa??"
Pak Becak: "Karena setiap bulan banyak anak yang mencari kawasan kursus tersebut, terutama anak dari luar Jatim. Bangunan/fasilitasnya juga bagus".
Mas Irul: "kalau Marvelous, bagaimana pak??"
Pak Becak: "Koq kayaknya sepi ya, jarang yang kursus ke situ"
Aq: hanya melamun di atas becak, (Deng, dong... Padahal di internet, forum tersebut merupakan salah satu forum yang recommended untuk kursus speaking).
Kami: "Terus forum kursus yang mana lagi pak yang kira-kira bagus??". Lagi-lagi tanggapan bapaknya adalah...
Pak Becak: "Ya, BEC dan mahesa itu mbak..." (yaah, mbulet, balik lagi, apa sich kelebihannya kedua forum tersebut??).

Akhirnya hingga juga di tujuan pertama, Marvelous.....

Kita pun turun dari becak dan menghampiri officer-nya. Setelah itu kami terlibat ngobrol panjang dan lebar dengan Mr. officer guna mencari informasi sedetail mungkin. Mr. nya ramah sekali mau menjelaskan pertanyaan kita yang bejibun, hingga gag ke itung banyaknya, hehe (I'm sorry, Mr., we just find any information)... Penjelasannya memuaskan, kami juga diberi brosurnya. Mr. tersebut juga menyarankan kami untuk melihat kawasan kursus lainnya terlebih dahulu. Poin utama yang kami pegang dari klarifikasi nan panjang tersebut adalah, Marvelous merupakan forum kursus yang hanya menyediakan program speaking saja. Speaking terutama dengan American Accent, walaupun juga dibahas mengenai British style. Kursusnya dimulai dari nol, alias dimulai dari gag bisa apa-apa. Semua akseptor dianggap mempunyai kemampuan yang sama yaitu dari nol. Program training 1 paket, sebanyak 6 kali sehari + camp seharga Rp 700.000,00 kalo gag salah (tarif liburan). Mr tersebut juga menjelaskan, kalo ingin british style bisa kursus di daffodils. Tak lupa kami pun juga bertanya mengenai perbedaan dari kedua style/accent (alias logat) tersebut.  Setelah puas mengeluarkan bejibun pertanyaan kami pun pamit undur diri untuk melihat ke forum lain.

Bapak becaknya sudah siap mengantar kembali. Kali ini request kami yaitu forum Access ES (sesuai dengan saran dari Internet). Bapaknya segera mengantar kami ke kawasan Access ES. Kami pun mendatangi officer Access ES, Miss officer-nya mendapatkan dengan ramah dan menjawab seluruh pertanyaan kita. Kita juga mendapatkan brosur. Di forum ini juga ada program paket speaking + camp, sehari programnya sekitar 4-5 kali, dengan tarif Rp. 650.000,00 kalo gag salah juga (maklum udah lupa). Program speaking terdiri dari 3 macam tahap, tahap 1 (belajar dari 0), tahap 2 (menengah) dan tahap 3 (expert). Kita bisa menentukan ikut yang aktivitas mana, atau bisa juga dengan cara mengikuti tes pemilihan kelas speaking terlebih dulu untuk menentukan masuk ke tahap yang mana. Setelah puas dengan penjelasannya, kami undur diri dan pergi ke tujuan selanjutnya.

Tujuan ke-tiga, kami mengikuti saran dari bapaknya tadi, yaitu mahesa. Untuk BEC terang sudah kami blacklist dari awal (tapi bukan alasannya kualitas kursusnya yang buruk lhoo), kualitasnya sangat bagus, dan menghasilkan lulusanyang handal di bidang inggris, tapi waktu yang diharapkan 6 bulan untuk mempelajari semuanya (what?? tujuan kita kan hanya kursus 1 bulan saja, tuk mengisi liburan kuliah lagipula juga gag ada budget untuk waktu segitu lama). Kembali lagi ke mahesa, ternyata di forum tersebut tidak ada aktivitas 1 paket untuk speaking, kita harus menentukan sendiri-sendiri program apa yang dipilih untuk mendukung speaking. Tiap aktivitas berdurasi 2 minggu. Pelatihan tiap aktivitas sebanyak 2 kali sehari. Tersedia juga camp cowok dan cewek (daftar sendiri, tidak satu paket dengan kursus). Harga tiap-tiap aktivitas dan camp tertera di brosur. Intinya, kita harus pilih sendiri aktivitas yang sesuai dengan kita, contohnya ambil aktivitas speaking dasar dan aktivitas grammar dasar, atau aktivitas speaking lanjut dan aktivitas grammar 2. Setelah mendapatkan klarifikasi yang cukup, kami pun undur diri dengan membawa sejumlah brosur.

Selanjutnya yaitu tujuan terakhir (karena sudah capek, kasihan juga bapak becaknya udah 1 jam kira-kira menemani kita putar-putar Desa Tulungrejo, dan banyak pilihan kawasan kursus akan menciptakan kita semakin pusing menentukan pilihan). Ada dua pilihan, Daffodils dan Global E. Akhirnya, kami pilih Global-E, alasannya letaknya searah dan merupakan salah satu tujuan awal kami menurut informasi internet. Di Global-E, intinya sama dengan Mahesa, pilih per-program. Tapi, di kawasan ini disediakan paket kursus + camp per 2 minggu sebanyak 3 aktivitas + camp (Rp 500.000,00, kalo gag salah) dan 1 bulan sebanyak 5 aktivitas + camp (Rp. 700.000,00 kalo gag salah juga). Jenis aktivitas sesuai dengan yang kita pilih. Bisa juga hanya ikut aktivitas saja tanpa camp dengan durasi 2 ahad per program. Semua aktivitas juga mendapatkan bonus, suplemen jam pendalaman bahan untuk bahan yang dirasa sulit. Program tersedia dalam banyak sekali tingkatan mulai basic hingga advance. Harga masing-masing aktivitas juga tertera di brosur. Tertarik dengan padatnya jadwal, hehehe (gag kepikiran betapa ribet ngelakuinnya entar).

Empat lembaga sesuai saran internet sudah kami datangi untuk mencari informasi. Selanjutnya yaitu menentukan pilihan. Hahaha... Semakin banyak pilihan semakin rumit menentukan pilihan nih. Balik lagi ke tujuan awal, yaitu ingin mendalami kursus speaking dan tinggal di Camp English Area. Tempat kursus yang menyediakan paket speaking hanya dua, Marvelous dan Access ES. Sedangkan pada Mahesa dan Global-E menentukan aktivitas sendiri. Sempat terpikir untuk mencoba Global-E alasannya bisa sekalian pilih kursus TOEFL di salah satu programnya. Tapi niat tersebut batal, alasannya takut tidak bisa fokus belajar. Karena keterbatasan waktu untuk berpikir dan cuaca yang tidak mendukung, serta informasi yang diperoleh sudah banyak, kita hanya menyisahkan 2 pilihan yaitu paket speaking di Marvelous dan Access ES. Di Access ES kami takut salah pilih tingkat/tahapan speaking (terlalu sulit atau terlalu gampang tingkatnya) hingga mungkin berdampak pada proses berguru yang membosankan dan tertekan. Akhirnya pilihan jatuh pada forum Marvelous, alasannya forum ini menyediakan paket speaking dari nol dengan program-program yang mendukung, antara lain Pronounciation, Speaking, Vocab and Expression, dan  Grammar for speaking plus dua kegiatan camp brainwash di pagi dan malam hari.

Setelah menentukan kawasan kursus, kami kembali ke Marvelous dan mendaftar di sana. Woow, aq masuk di urutan pendaftar pertama untuk kursus periode 10 Juni 2013 - 9 Juli 2013 (sempat mikir ni kawasan kursus bahwasanya laris apa nggak sih??, aah, tak duduk kasus sedikit akseptor malah lebih enak). Tapi Mr. and Miss officer meyakinkan kalo tanggalnya mendekati hari H banyak yang daftar koq (oow, ternyata aq aja yang terlalu rajin). Saat itu aq masih belum tau bila di kawasan itulah (Marvelous), aq akan mendapatkan pengalaman yang amazing, pengalaman yang tak akan ku lupakan. Setelah selesai mendaftar hujan deras pun mengguyur seakan ingin mengusir kami dari kampung tersebut.

Waktu sudah memperlihatkan pukul 15.30. Kami pun memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Mas Irul menuju Surabaya. Percakapan dengan bapak becak mengarahkan kami bahwa rute Surabaya yang paling mudah dilalui daripada Malang (saya pun juga sudah kapok lewat jalan yang berkelok-kelok). Akhirnya saya pun juga memutuskan untuk pulang lewat Surabaya demi keamanan dan kelancaran perjalanan. Bus terakhir tujuan terminal Bungurasih Surabaya pun masih ada hingga jam 17.00 untuk bus patas. Bapak becak eksklusif mengantar kami di tengah guyuran hujan yang deras menuju kawasan pemberhentian bus. Sambil menunggu bus, kami menumpang di teras sebuah toko. Akhirnya bus tarif biasa terakhir jurusan Surabaya pun tiba sekitar pukul 16.15. Kami eksklusif naik masuk ke dalam bus tersebut.

Kami berpisah di terminal bungurasih dan pulang ke rumah masing-masing. Dari Bungurasih saya masih harus naik bus lagi jurusan Malang dan turun di Purwosari, Pasuruan. Sekitar pukul setengah sembilan, saya sudah tiba di rumah. Itulah pengalaman mbolang kami, seharian berkeliling kota untuk mencari kawasan kursus (Pasuruan - Malang - Pare, Kediri - Jombang - Mojokerto - Krian - Surabaya - Sidoarjo - Pasuruan again). Capeknya bukan main sesudah itu eksklusif pergi bobok deh.

Hahaha..., sorry karenaceritanya panjang dan lebar, semoga anda tidak bosan membacanya. Aku cuma ingin menyebarkan pengalaman saja, tanpa ada maksud apa pun. Semoga infomasi mengenai kawasan kursus di atas bisa membantu teman-teman sekalian dalam menentukan forum kursus. Tentu saja ada banyak cara. Salah satunya yaitu dengan mendatangi eksklusif ibarat yang kami lakukan tersebut. Semoga sanggup menginspirasi Anda. See you in the next article!! Have a nice day!!. Komentar, saran, dan kritik yang membangun akan saya terima dengan bahagia hati...

To be continued in the next story about my experience in Kampung Inggris....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perjalanan Mencari Kawasan Kursus Di Kampung Inggris"

Posting Komentar