Waspadai Kanker Organ Reproduksi


Waspadai Kanker Organ Reproduksi - Sistem reproduksi wanita merupakan pecahan penting dalam kehidupan wanita. Perlu diwaspadai bahwa organ-organ ini rawan sekali terkena kanker. Pada artikel kemudian kita telah membahas perihal botol plastik dan styrofoam yang sanggup mengakibatkan kanker payudara, artikel kali ini membahas perihal kanker organ reproduksi.

Seiring usia yang terus bertambah dan meningkatnya fungsi kerja organ ini yang pada batas usia tertentu akan menurun fungsi kerja organ ini. Penurunan inilah yang sanggup mengakibatkan problem kesehatan. Kanker organ reproduksi sangat jarang dijumpai pada usia 20-an. Resikonya akan meningkat tajam antara usia 30 - 40 tahun dan akan terus meningkat disetiap tahapan usia. Artinya ialah perempuan usia 70 tahun beresiko menderita kanker dua kali lebih besar dari pada perempuan usia 60 tahun dan hingga 16 kali dari pada mereka berusia 30 tahun. Organ reproduksi yang rawan kanker ialah kanker indung telur (ovarium), kanker rahim (uterus), kanker leher rahim (serviks) dan kanker vulva.
  • Kanker Indung telur (Ovarium), Kanker ini merupakan salah satu penyebab ajal akhir kanker yang cukup besar pada wanita. Dapat terjadi pada semua usia, namun beresiko paling tinggi pada perempuan berusia 50 tahun. Karena letak indung telur yang sangat dalam di perut pecahan bawah, hal ini mengakibatkan kanker indung telur sangat sulit dideteksi pada stadium awal. Pembengkakan seringkali tidak nampak hingga mencapai stadium lanjut. Gejalanya yang dirasakan pada stadium lanjut ialah timbul rasa sakit pada perut pecahan bawah, berat tubuh menurun dan adanya keluhan menyerupai pada penyakit biasanya. 
  • Kanker Rahim (Uterus), Kanker jenis ini paling banyak dialami oleh kaum wanita. Biasanya terjadi antara usia 50 hingga dengan 70 tahun. Pertumbuhannya sangat lambat sehingga resiko untuk menjadi parah lebih rendah. Gejala yang harus diwaspadai ialah perdarahan dari vagina dan keputihan yang tidak normal. Faktor resiko kanker rahim ini ialah belum pernah melahirkan, hipertensi, obesitas dan diabetes mellitus. 
  • Kanker Leher Rahim (Serviks), Kanker leher rahim umumnya timbul sesudah usia 40 tahun. Namun dengan deteksi dini kanker leher rahim yang sanggup dilakukan di puskesmas dan penanganan tepat sanggup mencegah penyebaran dan kemungkinan sembuh cukup besar. Gejala yang terjadi pada kanker jenis ini biasanya ialah keputihan encer, berdarah, banyak dan berbau tidak enak. Perdarahan dari vagina di antara siklus menstruasi, sesudah senggama atau sesudah menopause. Faktor resikonya antara lain korelasi seksual usia muda, korelasi seksual berganti pasangan dan banyak melahirkan. 
  • Kanker Vulva, Kanker Vulva atau alat kelamin luar perempuan di awali oleh benjolan yang kecil dan mengeras pada kulit. Benjolan ini akan pecah dan membentuk borok yang tebal, monjol dan mengeluarkan darah. Perkembangannya sangat lambat sehingga dengan penanganan penyembuhan sanggup mengarah sempurna.
Cegah kanker organ reproduksi perempuan dengan deteksi dini. Jaga kebersihan alat reproduksi dan jalani hidup seimbang antara jiwa dan raga. Berperilaku hidup higienis dan sehat sangat bermanfaat untuk kesehatan. Yang paling penting ialah rutin melaksanakan pap smear setahun 1 - 2 kali. Waspadai kanker organ reproduksi, biar kita sehat selalu.

Sumber : Leaflet Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tahun 2007

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Waspadai Kanker Organ Reproduksi"

Posting Komentar