Mengatasi Virus Yang Menyerang File Berextensi Exe

Virus yang menyerang file .exe merupakan virus yang tergolong berbahaya. Virus ini kebanyakan menyerang sistem komputer, bertengger pada file-file aplikasi (file .exe)di komputer. Dengan begitu apabila kita melaksanakan klik 2x pada agenda aplikasi yang disisipi virus, virus akan eksklusif menguasai sistem dan selanjutnya menyerang semua agenda ber-extensi .exe. Sehingga agenda aplikasi yang ada di komputer menjadi rusak dan tidak dapat dipakai lagi. Oleh alasannya ialah itu saya  mencoba menyebarkan pengalaman saya perihal cara menghilangkan virus tersebut.

Virus ini sangat susah untuk di basmi, bahkan dapat merusak sistem operasi komputer. Sehingga komputer tidak dapat berjalan dengan normal. Dari pengalaman, komputer (sistem operasinya windows) yang terjangkit virus ini kadang dapat dibuka, tetapi ada pesan error yang memperingatkan kalau ada file windows yang corrupt / hilang, perlu repair sistem operasi atau install ulang. Ada juga beberapa masalah, yaitu komputer tidak dapat masuk ke windows, ketika dinyalakan komputer mengalami restart sebelum masuk windows, proses booting berhenti sebelum masuk windows, atau bisa masuk windows dan beberapa ketika layar menjadi bluescreen (tampilan layar menjadi biru kemudian resart lagi). Masalah-masalah tersebut mengindikasikan ada sistem yang corrupt / rusak. Biasanya yang menjadi penyebabnya ialah virus.

Masalah tersebut tergolong komputer yang sudah parah, dan sulit di basmi dengan antivirus. Jika sudah begitu, biasanya langkah yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan komputer kita ialah dengan install ulang PC. Akan tetapi virus ini hanya berbahaya bila sudah menyerang sistem komputer. Oleh alasannya ialah itu pasanglah antivirus yang selalu terupdate untuk melaksanakan scanning pada komputer. Karena sekali file yang disisipi virus jenis ini dibuka (klik 2x) virus akan menyebar ke sistem. Untuk mengantisipasi penyebaran virus  baca pada cuilan berikut: Meminimalkan penyebaran virus pada komputer.



Bila sudah parah, dan mengarah pada langkah install ulang, ada beberapa hal yang harus di ingat. Dari pengalaman yang saya lakukan, waktu itu saya beranggapan bahwa dengan melaksanakan install ulang komputer, duduk masalah akan beres, dan virus sudah menghilang dari komputer. Tapi hal itu hanya berlaku kalau pada komputer hanya terdiri satu partisi harddisk sebagai sistem saja (biasanya hanya ada drive C di komputer sebagai sistem). Bila komputer kita terdiri dari banyak partisi harddisk (drive C, D, E, F, dst), ada hal lain yang harus diperhatikan.

Anggapan saya tadi terang salah, ketika itu sehabis simpulan install ulang, eksklusif saya menginstall aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh komputer. Untuk melihat perubahannya, saya melaksanakan restart komputer, dan selanjutnya bukannya PC menjadi beres malah semakin parah. Ketika dihidupkan, malah tidak dapat masuk ke windows, dan restart sendiri terus-menerus. Akhirnya terpaksa harus intall ulang lagi, sambil memikirkan cara biar komputer kembali normal. Sumber dari duduk masalah itu ada alasannya ialah komputer terdiri dari banyk partisi.

Bila komputer kita terdiri dari banyak partisi, biasannya yang menjadi sistem ialah drive C. Ketika dilakukan install ulang, partisi harddisk yang higienis dari virus hanyalah drive C sebagai sistem (karena gres di instal ulang). Selebihnya partisi harddisk lainnya, masih dihuni virus. Untuk virus jenis ini biasanya menyusup pada file-file.exe. Sehingga bila sehabis install ulang, eksklusif install aplikasi (file .exe) dari drive D, E, F, dst. Virus akan menyebar ke dalam sistem lagi. Dan duduk masalah akan kembali lagi.

Berikut ini langkah-langkah yang telah saya coba untuk mengatasi hal tersebut:
  1. Bila komputer masih dapat dibuka, segera amankan file-file penting yang ada di drive C, biasannya di cuilan MyDocument. Pindah ke drive selain C.
  2. Lakukan Install ulang komputer.
  3. Setelah simpulan install ulang komputer, jangan sentuh dulu file-file yang ada di Drive selain C (sistem). Apalagi install aplikasi dari drive tersebut. Langkah pertama install antivirus yang bebas dari kontaminasi virus. Ingat jangan ambil dari drive D, E, F, dst. Ambil dari flashdisk yang bebas dari virus.
  4. Usahakan biar antivirus yang terisntall sudah update.
  5. Scan seluruh komputer. Saat scan, virus pada Drive D, E, F, dst akan terdeteksi. Pilih opsi dari antivirus yang anda inginkan, repair, delete, dll. (biasanya bile yang tersisipi virus ini file .exe). Kalau di delete file tersebut juga ikut hilang.
  6. Restart komputer.
  7. Kalau masih ragu, scan lagi komputer anda, dan restart lagi.
  8. Setelah komputer benar-benar higienis dari virus, anda dapat mulai untuk menginstall banyak sekali aplikasi yang diharapkan komputer.
  9. Jangan lupa biar selalu update antivirus dan matikan autoplay pada windows untuk meminimalkan penyebaran virus dari drive external lain ibarat floppy disk, harddisk external, flashdisk, dll. Caranya lihat pada link mematikan fungsi autoplay windows.
Satu hal lagi yang perlu dilakukan biar file aplikasi kita (.exe) tidak disisipi virus, yaitu dengan melaksanakan pack file dengan winrar. Sampai ketika ini kebanyakan virus tidak dapat menyusup ke winrar.

Itulah pengalaman saya perihal virus ini, bila anda memiliki solusi lain yang terbukti berhasil dan tanpa install ulang komputer, tolong berikan saran anda. Saran anda akan sangat membantu saya. Terimakasih.....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mengatasi Virus Yang Menyerang File Berextensi Exe"

Posting Komentar