Meminimalkan Penyebaran Virus Ke Komputer



Membiarkan virus menyebar, bersarang sampai beranak cucu di komputer bukanlah suatu tindakan yang baik. Apalagi untuk jenis virus yang merusak data di komputer. Virus yang masuk ke komputer biasanya menyerang bab sistem dari sistem operasi yang digunakan.  Bila sistem komputer sudah terserang, virus akan berkuasa dan leluasa untuk berkembang biak,  beranak cucu dan menginfeksi file-file serta mengembangkan semua drive yang terhubung di komputer.

Komputer yang dihuni oleh virus sanggup sangat mengganggu dan merugikan bagi pengguna. Komputer yang memelihara virus kinerjanya menjadi lambat bahkan sanggup saja menjadi super lambat dan balasannya menjadikan komputer sering 'hang'. Selain itu untuk jenis virus tertentu yang kiprah utamanya menyerang file .exe alias program-program di komputer ini sanggup sangat berbahaya. Bila sistem pada komputer sudah diambil alih oleh virus, sistem operasi (Misal Windows) menjadi corrupt (rusak) dan tidak sanggup berjalan sebagaimana mestinya. Program-program yang terinstall di komputer akan rusak dan tidak sanggup dibuka kembali. Yang lebih parah lagi komputer sanggup mati total dan bila dihidupkan tidak sanggup masuk ke sistem operasi. Untuk kasus ini solusi yang sempurna yakni instal ulang komputer.



Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk mengatisipasi penyebaran virus ke komputer:

  1. Mematikan Fungsi Autoplay/Autorun pada windows.

  2. Saat ini penyebaran virus sering berjalan dengan memanfaatkan fitur Autorun yang ada pada sistem operasi Windows. Fitur ini memang akan memudahkan kita dalam membuka file yang ada di drive/flashdisk dengan cepat. Tetapi pembuat virus sering memanfaatkan fitur autorun pada sistem operasi windows ini sebagai jalan tercepat untuk membantu penyebaran virus. Pembuat virus menanamkan virus beserta file AUTORUN.inf yang sudah ditulis untuk menjalankan file virus di root directory flashdisk, bila pengguna menghubungkan flashdisk ke komputer yang fitur Autorun-nya aktif, secara otomatis virus akan pribadi dijalankan dan menyebar ke komputer. Bila kita mengaktifkan Sistem autorun/autoplay pada komputer kita itu berarti kita ikut mendukung perjuangan pembuat virus dalam mengembangkan virus ke komputer kita. Agar tidak terjadi penyebaran, maka perlu mematikan fungsi Autoplay pada windows. Langkah-langkah mematikan sistem autoplay sanggup anda lihat disini.

  3. Memasang antivirus lokal dan internasional

  4. Usahakan untuk memasang 2 jenis antivirus, yaitu antivirus lokal dan antivirus internasional. Mengapa demikian?? Hal ini dikarenakan antivirus lokal biasanya lebih dioptimalkan untuk sanggup membasmi virus-virus buatan anak negeri. Sehingga bila ada virus luar yang menyerang komputer, virus ini tidak terdeteksi dengan antivirus lokal. Antivirus lokal ini contohnya Smadav, PCMAV, Artav, dll. Cari sendiri di paman google.

    Demikian juga bila kita hanya memasang antivirus internasional pada komputer kita. Jenis antivirus ini hanya sanggup mendeteksi virus-virus yang berasal dari luar negeri, anti virus ini tidak sanggup mengenali virus-virus lokal buatan anak negeri (mungkin perlu pengenalan dulu kali yach??). Antivirus ini contohnya AVG, AVIRA, Norton, NOD32, MCAfee, Avast, dll.

    Setelah komputer terpasang antivirus, jangan lupa untuk selalu mengupdate antivirus tersebut. Memasang antivirus tanpa melaksanakan update sama saja dengan tidak memakai antivirus, alasannya yakni jenis-jenis virus semakin bervariasi dan berkembang.

    Kaprikornus benteng komputer akan lebih optimal bila kita pasang dua jenis antivirus tersebut. Cukup 2 saja, lokal dan internasional, alasannya yakni bila lebih akan berakibat pada kinerja komputer kita yang lambat.

  5. Lakukan Scanning pada flashdisk yang masuk ke komuter.

  6. Setelah fungsi autoplay dimatikan dan memasang 2 jenis antivirus. Penyebaran virus lebih sering melalui mediator flashdisk. Untuk meminimalisir terjadinya penyebaran virus dari flashdisk selanjutnya yaitu. Lakukan proses scanning terhadap flashdisk yang masuk ke komputer dengan 2 jenis antivirus tersebut. Seperti dijelaskan di atas, fungsi autoplay dimatikan biar flashdisk tidak pribadi terbuka dikala 'dicolokkan' ke komputer. Apabila flashdisk yang terhubung komputer dibuka sebelum dilakukan scan, sama saja dengan membiarkan virus menyebar ke komputer (percuma dunkz mematikan fungsi autoplay segala). Dengan melaksanakan scanning pada flashdisk, kita sanggup lebih memastikan bahwa flashdisk benar-benar bebas virus dan kondusif untuk dipakai dalam mengakses data.

  7. Menghindari klik 2x untuk membuka folder pada flashdisk, buka melalui windows explorer.

  8. Bila kita melaksanakan klik 2x untuk membuka folder pada flashdisk, itu akan memicu penyebaran virus bila pada folder tersebut didsisipi oleh virus. Lebih kondusif kalau kita membuka folder melalui windows explorer yang ada pada sebelah kiri.
Demikianlah langkah-langkah mengantisipasi penyebaran virus ke komputer. Semoga warta dan pengalaman saya ini sanggup bermanfaat bagi anda semua. Terima kasih sudah mampir.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Meminimalkan Penyebaran Virus Ke Komputer"

Posting Komentar