Buah Tingkatkan Risiko Kegemukan?

Buah Tingkatkan Risiko Kegemukan? - Kepercayaan bahwa buah, khususnya yang berbentuk jus, sanggup meningkatkan risiko kegemukan dipatahkan oleh suatu penelitian terbaru. Studi itu memperlihatkan bahwa meminum jus buah murni 100% tidak menciptakan bawah umur muda menjadi atau berisiko kelebihan berat badan. Jus buah murni dengan kandungan nutrisi di dalamnya justru penting dalam membantu mengontrol berat tubuh sehat pada anak-anak.

 dipatahkan oleh suatu penelitian terbaru Buah Tingkatkan Risiko Kegemukan?


Tak hanya soal berat badan. Jus buah juga bermanfaat dalam menekan risiko yang bekerjasama dengan aneka macam penyakit. Kanker dan penyakit jantung merupakan dua di antaranya. Buah dan sayuran memainkan tugas penting dalam menekan risiko aneka macam penyakit, khususnya kanker dan penyakit kardiovaskular, ujar Sue Taylor RD dari Juice Products Association, organisasi nonprofit yang melaksanakan penelitian mengenai manfaat jus.

 dipatahkan oleh suatu penelitian terbaru Buah Tingkatkan Risiko Kegemukan?

Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan sebagian anggapan miring bahwa jus, terutama buah-buah tertentu, sanggup meningkatkan risiko kelebihan berat tubuh yang berujung pada risiko-risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular. Tak heran, bila penelitian terbaru mengenai kekerabatan potensial antara meminum jus buah murni 100% untuk mendapat asupan nutrisi dan bawah umur yang kelebihan berat badan, masih akan diperdebatkan. Pada studi itu,peneliti menganalisis konsumsi jus pada 3.618 bawah umur berusia 2011 tahun memakai data dari National Health and Nutrition Examination Survey

Pada dasarnya, mengonsumsi 100% jus murni merupakan kontributor berharga dalam nutrisi bawah umur yang berdiet dan itu tidak ada hubungannya dengan menyebabkan mereka kelebihan berat badan, ujar Pemimpin Studi dr. Theresa Nicklas, yang juga seorang hebat gizi anak di Baylor College of Medicine, Houston, menyerupai dikutip Reuters. Dia menambahkan, kalau melihat kasus-kasus kelebihan berat badan, setidaknya ada tujuh studi ditambah satu yang dipresentasikan (minggu ini) yang memperlihatkan tidak ada kekerabatan antara konsumsi jus buah 100% dan kelebihan berat tubuh pada sebagian besar anak-anak. Bahkan, kalau bawah umur itu mengonsumsi lebih banyak jus

Studi itu juga memperlihatkan indikasi bahwa jus buah selama ini tidak dikonsumsi secara berlebihan. Apalagi, bagi bawah umur berusia 2011 tahun. Faktanya, sebanyak 57% dari bawah umur itu tidak mengonsumsi 100% jus itu semuanya. Angka ini lebih banyak dibandingkan yang aku harapkan, ujarnya. Rata-rata konsumsi sehari-hari dari jus buah murni pada populasi studi ini sekitar 4,1 ons atau setengah cangkir. Ini sejalan dengan rekomendasi dari American Academy of Pediatric

Memang, ada sebagian kecil bawah umur (13%) yang mengonsumsi lebih banyak jus (12 ons atau lebih). Namun, peningkatan konsumsi jus ini pun tidak bekerjasama dengan risiko kelebihan berat badan. Fakta menunjukkan, bawah umur kategori 2-3 tahun yang meminum lebih banyak jus lebih sedikit menjadi kelebihan berat tubuh atau berisiko kelebihan berat dibandingkan bawah umur yang tidak meminum jus sama sekali. Nicklas dan kolega juga menemukan bahwa bawah umur yang meminum 100% jus buah murni seberapa pun banyaknya, mempunyai total lemak yang sedikit, sodium rendah, dan zat lainnya di dalam tubuh

Peminum jus buah murni juga mempunyai asupan yang tinggi sejumlah nutrisi kunci, termasuk vitamin C, potasium, magnesium, folat, vitamin B6, dan zat besi. Hal ini sama dengan ketika mereka memakan lebih banyak buah, menyerupai apel. Nicklas menyarankan semoga para orangtua yang menaruh perhatian terhadap bawah umur mereka yang menjadi kelebihan berat tubuh untuk melihat lebih jauh pada konsumsi jus mereka. Untuk melihat jumlah total kalori yang didapat bawah umur dan daerah asal dari kalori itu datang, sama pentingnya untuk melihat level kegiatan anak-anak.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buah Tingkatkan Risiko Kegemukan?"

Posting Komentar